Sejarah & Latar Belakang

Persatuan Anak Dayak Borneo (PERADAK BORNEO) lahir dari kesadaran kolektif masyarakat Dayak akan pentingnya menjaga identitas, persatuan, dan masa depan generasi Dayak di tengah perubahan sosial, budaya, dan ekonomi yang semakin cepat dan kompleks.

Masyarakat adat Dayak memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari peradaban Nusantara, dengan kekayaan budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, dalam perjalanan waktu, berbagai tantangan modernisasi, globalisasi, serta dinamika pembangunan telah membawa dampak signifikan terhadap keberlangsungan nilai-nilai tersebut.

Latar Belakang Pembentukan

PERADAK BORNEO didirikan sebagai respons atas berbagai realitas yang dihadapi masyarakat Dayak, antara lain tergerusnya identitas budaya, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan ekonomi, serta belum optimalnya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat, wilayah adat, dan lingkungan hidup.

Selain itu, masih minimnya ruang kolektif yang terstruktur dan representatif bagi generasi Dayak untuk bersatu, berdiskusi, serta menyampaikan aspirasi secara bermartabat menjadi salah satu pendorong utama lahirnya organisasi ini. PERADAK BORNEO hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan yang mengedepankan persatuan, dialog, dan kolaborasi.

Momentum Pendirian

Pada hari Senin, 20 Oktober 2022, bertempat di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, PERADAK BORNEO secara resmi didirikan sebagai wadah sosial-kultural masyarakat Dayak. Palangka Raya dipilih sebagai pusat awal organisasi karena posisinya yang strategis sebagai salah satu pusat budaya, spiritual, dan pergerakan masyarakat Dayak di Kalimantan.

Pendirian PERADAK BORNEO menandai lahirnya sebuah ruang bersama bagi anak-anak Dayak dari berbagai wilayah—baik yang tinggal di kampung halaman, wilayah pedalaman, maupun di kawasan perkotaan—untuk bersatu dalam satu semangat kekeluargaan dan kebangsaan.

Sebuah Gerakan, Bukan Sekadar Organisasi

Sejak awal, PERADAK BORNEO diposisikan bukan hanya sebagai organisasi administratif, tetapi sebagai sebuah gerakan sosial dan kebudayaan. Gerakan ini berangkat dari keinginan untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Dayak agar mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan modern.

Gerakan PERADAK BORNEO mencakup upaya pelestarian budaya, penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi lokal, advokasi hak-hak masyarakat adat, serta pembangunan jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak.

Arah Perkembangan

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, PERADAK BORNEO terus mengembangkan perannya sebagai simpul persatuan dan penggerak perubahan. Organisasi ini berkomitmen untuk memperluas jangkauan melalui pembentukan koordinator wilayah dan perwakilan daerah, guna memastikan keterlibatan aktif masyarakat Dayak di berbagai wilayah.

Sejarah PERADAK BORNEO merupakan perjalanan kolektif yang terus bertumbuh, berakar pada nilai adat dan budaya Dayak, serta bergerak maju dalam semangat kebangsaan dan persaudaraan.

Dengan filosofi “Menjaga Akar, Menembus Langit”, PERADAK BORNEO menegaskan komitmennya untuk tidak tercerabut dari nilai-nilai leluhur, sekaligus berani melangkah jauh demi masa depan Dayak yang lebih berdaulat, bermartabat, dan berdaya.

Below Article Ad
Selamat Hari Pers 2026
Ads 1200x250
Selamat Hari Pers 8
Selamat Hari Pers 2
Selamat Hari Pers 5
Selamat Hari Pers 6
Selamat Hari Pers 7
Selamat Hari Pers 10
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online PERADAK BORNEO!!