Landasan & Tujuan
Persatuan Anak Dayak Borneo (PERADAK BORNEO) berdiri dan bergerak berdasarkan landasan nilai yang kuat, baik secara ideologis, kultural, maupun kebangsaan. Landasan ini menjadi pedoman utama dalam menentukan arah kebijakan, sikap organisasi, serta pelaksanaan seluruh program dan kegiatan.
Landasan Organisasi
1. Landasan Filosofis dan Kultural
PERADAK BORNEO berakar pada nilai-nilai luhur budaya dan adat masyarakat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai tersebut menjadi sumber etika, moral, dan semangat kolektif dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Nilai budaya Dayak seperti Tatai Tuhun (menghormati leluhur), Handep (gotong royong), Belom Bahadat (hidup bermartabat), serta Tumbang Tarung (keberanian dan keteguhan) menjadi fondasi karakter organisasi dalam setiap langkah perjuangannya.
2. Landasan Ideologis dan Kebangsaan
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, PERADAK BORNEO berlandaskan pada Pancasila sebagai ideologi negara, serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi.
PERADAK BORNEO menjunjung tinggi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memandang masyarakat adat Dayak sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia, dengan hak dan kewajiban yang setara dalam proses pembangunan nasional.
3. Landasan Sosial dan Kemanusiaan
PERADAK BORNEO berdiri atas kesadaran akan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesetaraan, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat. Organisasi ini mendorong terciptanya kehidupan sosial yang inklusif, adil, dan beradab di tengah keberagaman.
Tujuan Organisasi
PERADAK BORNEO dibentuk dengan tujuan utama untuk menjadi wadah persatuan, perjuangan, dan pemberdayaan masyarakat Dayak secara kolektif dan berkelanjutan. Tujuan-tujuan tersebut menjadi arah gerak seluruh kebijakan dan program organisasi.
1. Mewadahi Persatuan dan Aspirasi Masyarakat Dayak
Menyediakan ruang bersama yang inklusif bagi generasi Dayak di berbagai wilayah untuk bersatu, saling mendukung, serta menyalurkan aspirasi secara bermartabat dalam semangat kekeluargaan dan kebangsaan.
2. Melestarikan Budaya dan Jati Diri Dayak
Menjaga, mengembangkan, dan mewariskan budaya, adat istiadat, bahasa, serta kearifan lokal Dayak sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara yang harus terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.
3. Memberdayakan Sumber Daya Manusia Masyarakat Dayak
Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia Dayak melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan potensi agar mampu berperan aktif dan berdaya saing dalam berbagai bidang kehidupan.
4. Mendorong Kemandirian dan Pemberdayaan Ekonomi
Mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat adat melalui pengembangan usaha lokal, kewirausahaan, dan pengelolaan potensi ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal.
5. Menjadi Mitra Strategis dalam Pembangunan
Menjalin kemitraan yang konstruktif dengan pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berpihak pada masyarakat adat.
Dengan landasan dan tujuan tersebut, PERADAK BORNEO berkomitmen untuk terus bergerak sebagai organisasi yang berakar kuat pada nilai adat dan budaya Dayak, sekaligus adaptif dan relevan dalam menjawab tantangan masa depan.







