PERADAK BORNEO, KASONGAN – Kerusakan parah jalan di wilayah Katingan Hulu kembali menjadi sorotan publik setelah keluhan warga viral di media sosial. Unggahan seorang warganet di grup Facebook Kabar Katingan, Jumat (17/4/2026), memicu gelombang reaksi dari masyarakat.
Dalam unggahan tersebut, kondisi jalan digambarkan sangat memprihatinkan, dengan permukaan dipenuhi lumpur, tanjakan terjal, hingga menyerupai kubangan yang membahayakan pengguna jalan.
-
Warga Desa Telaga Harapkan Perbaikan Sarana Ibadah, DPRD Kalteng Siap Tindak LanjutiJumat, 10 April 2026
“Jalan hancur sekali, naik turun bukit, penuh lumpur seperti kubangan,” tulisnya.
Ia juga mengungkapkan telah terjadi insiden akibat kondisi jalan tersebut, termasuk kendaraan warga dari Tumbang Labaning yang terguling dan terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Warga tersebut mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menepati janji pembangunan infrastruktur. Ia menilai alasan seperti kewenangan jalan maupun keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghambat perbaikan.
“Apa harus ada korban jiwa baru diperhatikan?” tulisnya.
Bahkan, ia memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk segera merespons dalam waktu 2×24 jam, jika tidak masyarakat mengancam akan menggelar aksi damai.
Unggahan itu langsung disambut berbagai komentar dari warganet yang mengaku mengalami kondisi serupa. Banyak yang menyuarakan kekecewaan terhadap lambannya penanganan jalan rusak.
Sejumlah komentar bernada kritik tajam terhadap pemerintah, termasuk terkait janji politik yang dinilai tidak terealisasi setelah pemilihan.
Sebagian warganet juga menilai keterbatasan anggaran mungkin menjadi kendala, namun tetap mendesak adanya solusi konkret.
Di sisi lain, muncul pula ajakan untuk melakukan perbaikan secara swadaya jika pemerintah tidak segera bertindak.
Keluhan yang viral ini mencerminkan meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal.






















