PERADAK BORNEO, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus memperkuat upaya pencegahan konflik sosial di tengah masyarakat menyusul adanya indikasi peningkatan potensi kerawanan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barito Utara, Rayadi, mengatakan hasil deteksi dini menunjukkan adanya potensi gangguan sosial yang perlu diantisipasi sejak awal.
“Dari hasil deteksi dini, terdapat indikasi peningkatan potensi kerawanan di masyarakat. Karena itu, perlu konsolidasi dari berbagai pihak untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin,” ujarnya di Muara Teweh, Sabtu.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting agar potensi konflik tidak berkembang menjadi masalah yang lebih luas. Keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga elemen lainnya dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah.
Rayadi menjelaskan, penanganan konflik sosial mencakup tiga tahapan utama, yakni pencegahan, penghentian, dan pemulihan pascakonflik. Namun, pencegahan menjadi langkah paling strategis.
Upaya pencegahan dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti menjaga kondisi damai, mengembangkan penyelesaian perselisihan secara damai, meredam potensi konflik, serta memperkuat sistem peringatan dini.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial yang menegaskan bahwa pencegahan konflik merupakan tanggung jawab bersama.
Selain itu, Rayadi juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik serta penguatan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
“Kita harus menjaga kebersamaan dan saling menghargai perbedaan. Dengan komunikasi yang baik, potensi konflik bisa diminimalisir,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Kesbangpol berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan mengoptimalkan sistem deteksi dini sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan upaya tersebut, diharapkan potensi konflik sosial dapat dicegah sejak dini sehingga stabilitas dan keharmonisan di Barito Utara tetap terjaga.






















