PERADAK BORNEO, PALANGKA RAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Kalimantan Tengah memprioritaskan tiga formasi utama dalam usulan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, yakni penyuluh agama, penghulu, dan guru madrasah.
Usulan tersebut telah disampaikan ke pemerintah pusat dan saat ini tinggal menunggu pengumuman resmi terkait tahapan seleksi.
Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, HM Yusi Abdhian, menyebutkan bahwa ketiga formasi tersebut menjadi prioritas karena kebutuhan di lapangan yang masih tinggi.
“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah penyuluh agama, penghulu, serta guru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan penyuluh agama menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pembinaan umat dan menjaga kerukunan, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki kondisi geografis luas dan beragam.
Sementara itu, kekurangan penghulu berdampak langsung terhadap pelayanan pencatatan pernikahan, sedangkan minimnya tenaga guru madrasah berpengaruh pada kualitas pendidikan keagamaan.
Menurutnya, ketiga posisi tersebut memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan menjadi perhatian dalam penetapan formasi oleh pemerintah pusat.
HM Yusi Abdhian juga menegaskan bahwa kekurangan tenaga ASN masih menjadi persoalan yang perlu segera diatasi. Jika tidak, hal ini dapat memengaruhi optimalisasi pelayanan keagamaan di daerah.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kondisi riil di daerah dalam menetapkan formasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemenuhan ASN perlu memperhatikan keseimbangan antara kualitas dan jumlah, agar pelayanan publik dapat berjalan maksimal.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah terkait seleksi CPNS 2026 dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.






















