PERADAK BORNEO, PALANGKA RAYA – Kekosongan tenaga pengajar Bahasa Inggris di SDN 8 Menteng menjadi salah satu temuan dalam kegiatan reses DPRD Kota Palangka Raya dari Daerah Pemilihan (Dapil) II.
Temuan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (13/4/2026), yang memaparkan hasil reses di Kelurahan Menteng pada 10 April 2026.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, menyampaikan bahwa informasi itu diperoleh dari pihak sekolah melalui Ketua Komite.
Menurutnya, posisi guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut telah kosong selama beberapa bulan setelah tenaga pengajar sebelumnya memasuki masa pensiun.
“Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum ada pengganti,” ujarnya.
Ia menambahkan, temuan ini masih akan ditindaklanjuti melalui pembahasan di Komisi III DPRD untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
Sementara itu, pihak sekolah bersama komite dan wali murid diketahui telah mengambil langkah sementara dengan menghadirkan guru paruh waktu untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.
Pembiayaan tenaga pengajar tersebut dilakukan secara swadaya melalui iuran orang tua siswa.
Dalam kegiatan reses tersebut, turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan yang diharapkan dapat segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Salundik juga mendorong adanya koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk melakukan pemerataan tenaga pengajar.
Menurutnya, kemungkinan redistribusi guru dari sekolah lain dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi kekosongan tersebut.
Ia juga menyoroti jumlah peserta didik di SDN 8 Menteng yang mencapai ratusan siswa, sehingga keberadaan guru Bahasa Inggris dinilai penting dalam menunjang kualitas pendidikan.
Aspirasi ini menjadi bagian dari hasil reses yang akan dibahas lebih lanjut di DPRD guna mencari solusi yang tepat sesuai kewenangan yang ada.






















